fullcircle magazine 11 sudah out

29 03 2008

majalah khusus ubuntu ini telah merilis edisi yang ke 11. silahkan langsung sedot di sini :

http://fullcirclemagazine.org/2008/03/27/issue-11-is-out/

Iklan




My first laptop running Ubuntu… (^_^)

13 03 2008

Bukannya mau sombong kalau punya laptop baru. Tapi ini juga bentuk syukur kepada Allah SWT atas ijinnya kepadaku untuk memiliki laptop baru. Dan juga referensi bagi anda yang ingin membeli laptop dengan dana terbatas.
Singkat cerita, pada hari jumat tgl 7 maret kemaren yang bertepatan dengan hari raya Nyepi, saya membeli laptop baru. Nah spesifikasi yang saya inginkan, sebetulnya ingin yang ber-prosesor core duo. tapi apalah daya, duit tidak mencukupi. akhirnya harus mencari laptop kelas celeron.
Meski sekelas celeron, tapi saya ingin laptop yang akan saya beli nanti bisa menjalankan Ubuntu dengan lancar tanpa hambatan. Nah, waktu keliling toko dalam rangka survey harga dan spek. Saya membawa LiveCD Ubuntu 7.10 untuk nge-tes calon-calon laptop saya.
Dana tidak sampai 6 jeti. Waktu survey, laptop yang memungkinkan untuk saya beli ada merek Acer, HP dan juga BenQ. Setelah konsultasi dengan pelayan toko tentang spesifikasi laptop-laptop tersebut, saya memutuskan untuk mencoba LiveCD pada laptop HP 520. LiveCD berjalan dengan sempurna pada laptop HP 520 ini, bahkan pilihan Extra pada Visual Effects bisa langsung di jalankan dengan normal. “Wah, kayaknya laptop ini yang bakal jadi pendampingku” pikirku dalam hati. Yang juga membuat saya kesengsem dengan laptop ini, tampilannya minimalis banget. Simple euyyy… Untuk spesifikasi-nya sendiri, LCD 14 WXGA, memory 512 Mb, HDD 80 Gb, DVDRW. Nah, simple banget khan???
Tidak menunggu lama, saya langsung nego dengan sang penjual. Pengennya sih, jika deal dengan laptop HP ini. saya minta bonus flashdisk kepada pelayan. Eh, ternyata rayuan saya kurang sakti. Akhirnya cuma dapat bonus mouse optik 😦

Waktu sampai dirumah, saya tidak menunggu lama untuk segera “memberi roh” pada laptop HP 520 saya. Dengan kapasitas harddisk yang cuma 80 Gb, partisi saya buat dengan pola 15 Gb ext3 untuk system Ubuntu, 15 Gb ext3 untuk Home, 20 Gb ext3 untuk data, 10 Gb ext3 untuk data2, 2 Gb untuk swap dan yang terakhir 15 Gb untuk windows XP. Karena tuntutan pekerjaan, saya terpaksa meng-install Windows XP pada laptop saya. Padahal, kalo boleh jujur, saya ingin 100 % laptop saya terisi dengan sistem operasi Ubuntu. Tapi apalah daya saya, tuntutan harus seperti itu.. Hikksss..Hikkss…

Setelah mengatur partisi, saya mulai menginstall Ubuntu untuk pertama kalinya pada laptop saya. Saya menggunakan LiveCD yang saya dapatkan dari Canonical. Saya menggunakan cara instalasi ubuntu yang agak berbeda dari biasanya. Kalo biasanya ketika kita install Ubuntu kita harus menjalankan LiveCD dan masuk ke desktop LiveCD terlebih dahulu, namun saya menggunakan opsi yang lebih praktis. Jadi, hanya Install Wizard-nya saja yang akan di jalankan. Anda bisa melakukannya dengan cara :

1. Pada pilihan booting pertama, silahkan pilih opsi safe mode pada urutan kedua.
2. Kemudian tekan tombol F6 untuk memberikan opsi lain pada booting cd Live.
3. Pada isian teks, tambahkan only-ubiquity.
4. Setelah itu tekan tombol Enter untuk menjalankan installasi Ubuntu.
Cara instalasinya sama ketika kita meng-install dengan cara yang biasanya.

Lumayan, saya menunggu tidak terlalu lama proses installasi Ubuntu ini. Tapi yang saya herankan, ketika installasi selesai. Pilihan resolusi 1280 X 800 seperti pada waktu menjalankan LiveCD tidak bisa di aktifkan. Begitu juga dengan Visual Effects. Tapi saya tidak patah semangat, saya coba menjalankan perintah :

immux@immux-laptop:~$ sudo dpkg-reconfigure xserver-xorg

Saya memilih opsi Autodetect untuk grafik drivernya, hingga opsi intel terpilih secara otomatis. Setelah itu saya restart GDM dengan perintah :

immux@immux-laptop:~$ sudo /etc/init.d/gdm restart

Alhamdulillah, resolusi 1280 x 800 bisa di aktifkan begitu juga dengan visual effects-nya.
Bersyukur juga semua device terkonfigurasi dengan baik. Tombol FN dan kombinasi dengan tombol yang lain juga bekerja dengan baik. Hanya satu-dua masalah yang saya alami, Wireless Networks dan modem tidak bisa digunakan. Hal ini dikarenakan, driver Broadcomm yang di gunakan masuk ke dalam daftar Restricted Drivers dan membutuhkan firmware. Hal ini dapat saya atasi dengan menginstall firmware yang dibutuhkan. Saya menggunakan koneksi kabel LAN yang terkoneksi dengan internet di tempat saya bekerja.
saya menggunakan Source repository dari komo. Setelah saya melakukan apt-get update, saya langsung menjalankan Restricted Driver. Pada opsi Enabled harus kita centang agar Wireless bisa dijalankan. Setelah kita mengaktifkan Firmware tersebut, Ubuntu akan meminta untuk men-download file wl_apsta.o
Pilih tombol OK saja untuk men-download file tersebut.
Anda juga dapat menginstall secara manual keduanya, file bisa anda download pada link berikut.

http://komo.vlsm.org/ubuntu/pool/universe/b/bcm43xx-fwcutter/bcm43xx-fwcutter_006-3_i386.deb

http://xeve.de/down/wl_apsta.o

Jika anda menjalankan secara manual, klik 2 kali pada file bcm43xx-fwcutter_006-3_i386.deb yang telah anda download. Kemudian pilih local file pada konfirmasi berikutnya untuk memilih file wl_apsta.o
Setelah semua selesai di jalankan, coba anda nonaktifkan Wireless dengan menekan tombol wifi pada tombol sebelah tombol power laptop, kemudian aktifkan kembali. Bisa dipastikan Wireless sekarang bisa di jalankan dengan normal.
Sementara untuk modem, saya menginstall file yang saya dapatkan dari linuxant.com. anda bisa men-download pada link berikut :

http://www.linuxant.com/drivers/hsf/full/archive/hsfmodem-latest/hsfmodem_7.68.00.07full_i386.deb.zip

silahkan di ekstrak dan kemudian klik dua kali pada file hsfmodem_7.68.00.07full_i386.deb kemudian pilih Install Packages dan masukkan password untuk menyelesaikan proses tersebut. Anda juga bisa menggunakan perintah :

immux@immux-laptop:~$ sudo dpkg -i hsfmodem_7.68.00.07full_i386.deb

Untuk aplikasi tambahan, saya hanya menambahkan beberapa aplikasi yang saya sukai dan saya butuhkan. Compiz ??? tentu harus di install. Laptop HP 520 ini dengan senang hati bisa menjalankan compiz tanpa masalah. Saya cengerung menggunakan apt-get untuk menginstall aplikasi. Berikut daftar-daftar aplikasi yang sudah saya install pada laptop HP 520 ini :
xmms
Semua pasti sudah tahu banget, aplikasi ini buat muter lagu.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install xmms

wallpapoz
Aplikasi ini digunakan agar setiap workspace yang saya ada mempunyai gambar background yang berbeda-beda, dan juga gambarnya bisa ganti setiap saat.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install wallpapoz

ubuntu-tweak
beberapa opsi tweak pada ubuntu bisa kita tentukan dengan menggunakan tools ini.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install ubuntu-tweak

startupmanager
jika tidak suka mengedit secara manual file menu.lst, anda bisa menggunakan program ini. anda juga bisa mengganti gambar usplash.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install startupmanager

gpicview
aplikasi penampil gambar yang patut di lirik. aplikasi sangat ringan sekali untuk di jalankan. anda bisa download pada link berikut :

http://www.getdeb.net/app/GPicView

dosemu
emulator untuk DOS milik microsoft.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install dosemu

virtualbox
aplikasi virtual machine. anda bisa menjalankan sistem operasi windows maupun linux pada ubuntu dengan menggunakan aplikasi ini.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install virtualbox

wine
banyak aplikasi windows yang bisa di jalankan dengan aplikasi wine. saya biasa menjalankan game flash pada ubuntu dengan menggunakan aplikasi ini.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install wine

brasero
brasero merupakan aplikasi cd burning. tidak ada salahnya mencoba aplikasi ini.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install brasero

gwget
salah satu download manager yang saya sukai. simple tapi cukup ampuh.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install gwget

recordmydesktop
gunakan aplikasi ini jika anda ingin merekam seluruh aktifitas anda pada ubuntu.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install recordmydesktop

putty
aplikasi ini buat remote ssh.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install putty

aptoncd
nah ini yang paling saya sukai. dengan aplikasi ini, kita bisa membuat repository sendiri dari aplikasi yang telah kita install.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install aptoncd

conky
untuk memonitor system kita, bisa menggunakan aplikasi ini. bagus juga Lho…!!!

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install conky

mozilla-plugins-gnash
biar animasi pada web bisa tampil, saya lebih suka menggunakan plugins gnash untuk mozilla. simple banget…

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install mozilla-plugins-gnash

webhttrack
aplikasi ini digunakan untuk menyimpan website secara menyeluruh. Bisa di katakan, kita bisa membuat duplikat web pada komputer kita.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install webhttrack

gramps
ini adalah aplikasi yang dari dulu saya cari. kita bisa membuat semacam pohon keluarga menggunakan aplikasi ini.

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install gramps

Ubuntu saya juga saya oprek agar tampilan-nya menyerupai Mac OS. Dari browsing yang dibantu olen paman google, saya mendapatkan info mengenai mac4lin. Dengan mac4lin, tampilan ubuntu kita akan di sulap menjadi Mac OS. Berikut link yang bisa anda jadikan rujukan :

http://sourceforge.net/projects/mac4lin

Mungkin itu sedikit info bagi anda yang ingin membeli laptop HP 520. Berikut saya tampilkan hasil akhir desktop saya.

my-desktop.png





APTonCD, install ulang ubuntu tidak repot

13 03 2008

Salah satu aplikasi yang sering saya install pada sistem operasi ubuntu adalah APTonCD. Aplikasi ini sangat membantu jika kita ingin menginstall ulang ubuntu ataupun menginstall ubuntu pada komputer baru dengan berbagai macam aplikasi yang sama dengan komputer kita.
Biasanya, saya sering menggunakan aplikasi ini untuk membuat “mini repo” untuk ubuntu yang akan saya install (meski bukan di komputer saya). Misalnya, beruntung sekali kita sudah menginstal berbagai aplikasi karena komputer kita langsung terhubung ke internet. Tapi, teman kita ingin menginstall aplikasi yang sama dengan milik kita. Nah, APTonCD ini merupakan solusi yang paling tepat untuk masalah tersebut.
APTonCD akan meng-copy seluruh packages yang sudah kita install, kemudian akan di jadikan sebagai file image (*.iso) yang bisa juga langsung kita burn ke cd.
Nah, yang lebih menyenangkan. CD hasil burn dari APTonCD ini, bisa kita jadikan sebagai pengganti DVD Repo (tentunya, hanya beberapa aplikasi yang sudah kita install saja.)
untuk menginstallnya cukup menggunakan perintah :

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-get install aptoncd

Setelah terinstall, kita bisa menjalankan aptoncd melalui menu System > Administration > APTonCD. Pada tampilan pertama, terdapat pilihan Create dan Restore. Pilih Create saja jika kita ingin membuat copy packages dari aplikasi yang sudah terinstall. Berikutnya, APTonCD akan menampilkan daftar packages yang ada pada komputer kita. Jika kita ingin menambahkan file *.deb yang sudah kita download secara manual, pilih saja tombol Add > Folder. Pilih Burn untuk memulai membuat file *.iso Setelah selesai, pilih Tombol Yes jika ingin langsung mem-burning ke CD.
Untuk menjadikan CD hasil APTonCD sebagai “mini repo”, kita cukup menggunakan perintah :

immux@immux-laptop:~$ sudo apt-cdrom add
[sudo] password for immux:
Using CD-ROM mount point /cdrom/
Unmounting CD-ROM
Waiting for disc…
Please insert a Disc in the drive and press enter

Semoga sedikit info ini bisa membantu anda yang kerepotan untuk menginstall aplikasi di ubuntu.

aptoncd